Man Jadda Wajada

Man Jadda Wajada ~ kata yang cukup akrab dalam kehidupan kita saat ini, kata ini mulai akrab sejak terbitnya novel best seller Indonesia ‘Negeri Lima Menara’ yang mengisahkan tentang 5 pemuda yang menempuh pendidikan di sebuah pesantren terkenal bernama Pesantren Madani. Mereka semua percaya pada sebuah Mantra yaitu Man Jadda Wajada yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil, kata yang sederhana tapi sarat makna, sebuah motivasi untuk dapat terus berjuang meraih apa yang kita impikan. Meski menggunakan bahasa Arab, Man Jadda Wajada bukanlah hadits tetapi merupakan pepatah Arab yang memiliki makna yang dalam. Kata kunci dari pepatah ini adalah Jadda atau bersungguh-sungguh jadi sejauh mana anda mengaplikasikan pepatah ini adalah sejauh mana anda bersungguh-sungguh.

Beberapa tips untuk membumikan Man Jadda Wajada dalam kehidupan kita sehari-hari adalah dengan cara berusahalah untuk mengalahkan rasa malas yang menghambat untuk bertindak, mencari solusi mengatasi rintangan dan halangan, berusahalah melengkapi apa yang menjadi kekurangan anda untuk meraih tujuan besar anda, belajarlah apabila anda belum bisa melakukan sesuatu yang diperlukan untuk meraih sukses, jangan mudah menyerah dan terus berfikir positif, mencoba dan mencoba hingga menemukan jalan yang tepat, jangan kalah dengan alasan justru akan berusaha  mengatasi alasan tersebut. Okay..let’s fight 2 reach ur dreams frens, aplikasikan semangat Man Jadda Wajada dalam kehidupanmu  and Make your dreams come true All !

Menulis , sebuah support by Indari Mastuti

Salam Semangat, Creative Writers!Sebetulnya, menulis itu bukan sekedar urusan bakat. Menulis itu bisa dilatih lho. Saat kita jago bercerita langsung dengan verbal, maka punya kans besar juga untuk bisa ungkapkan lewat tulisan. Ya, lagi-lagi memang butuh proses dan berlatih. Tapi, tidak sedikit juga mereka yang pintar menulis karena memang kurang bisa berbicara secara langsung. Oleh karenanya, tipe seperti ini lebih eksplore ketika membuat tulisan.

Menulis juga ada kaitannya dengan sejauh mana kegemaran membaca kita. Yuk, jujur (jawab dalam hati saja ya), berapa buku yang dilahap dalam seminggu atau sebulan? Semakin banyak kita membaca, wawasan dan kosa kata semakin bertambah, sehingga kemampuan menulis juga bisa terasah.

Menulis berhubungan dengan sejauh mana kreatifitas kita dalam “membaca” lingkungan. Semua yang ada di sekitar kita adalah sumber inspirasi tiada henti. Bahkan, hal kecill atau sederhana sekalipun. Alam, benda mati, peristiwa atau sesama manusia.

Menulis itu mengajarkan kita untuk “mendalami”, mengambil hikmah dengan berkontemplasi. Menulis itu melatih kita untuk “berkreasi”, memantik otak dalam merangkai imajinasi. Menulis pun mengajarkan sesama untuk saling berbagi kisah hidup, diantaranya melalui BIOGRAFI.

Miladku, waktunya berMuhasabah ~ sebuah Renungan

 

anigif

Hari ini 30 Maret tepat saatnya usiaku bertambah lagi

Dan itu  berarti berkuranglah umurku

Kuawali dengan bermuhasabah, berdo’a serta berucap syukur

atas semua karunia yang telah Engkau anugerahkan kepadaku,

Terimakasih ya Allah telah Engkau beri aku kesempatan hidup diatas dunia  ini

dengan segala kelebihan dan kekurangan yang aku miliki,

Terimakasih ya Allah telah Kau hadirkan orang-orang tercinta dalam hidupku,

Suami yang begitu memahami serta anak-anak yang sangat ku kasihi,

Serta handai taulan dan teman-teman yang senantiasa menyayangi,

Terimakasih atas segala limpahan nikmat-Mu yang tak terhingga Ya Allah

Subhanallah ….., Walhamdulillah,

Baca kelanjutannya>>

Kopi versus Cangkirnya

Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah  mereka dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik. Guru tersebut menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi.

coffee-cupSetelah masing-masing alumni sudah mengisi cangkirnya dengan kopi, guru berkata, “Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik. Memilih hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.” Hidup kita seperti kopi dalam analogi tersebut di atas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki.

Baca kelanjutannya>>

Infused Water, cara asyik membiasakan minum air putih

Pernah dengar tentang Infused Water? Apa siy itu? Infused Water adalah trend   mengonsumsi air putih dengan potongan buah atau rempah. Sederhananya, infused water atau dikenal juga dengan spa water  adalah air yang dicemplungi irisan buah-buahan atau rempah-rempah, dengan syarat buah yang dipakai adalah buah yang bersifat acid alias asam, bukan yang manis. Bagi yang tidak suka minum air putih, infused water merupakan alternatif  membiasakan minum air putih yang menyenangkan karena ada tambahan rasa dan aroma di dalam air. Sementara dari sisi kandungan gizinya kita bisa mendapatkan keuntungan ganda dari nutrisi air dan buah, asal tidak diberi campuran lainnya seperti gula atau sirop.

infused water

Infused water merupakan salahsatu langkah memasyarakatkan hidup sehat ditengah hiruk pikuknya gaya hidup modern yang dituntut serba cepat sehingga menjerumuskan kita pada pola hidup yang tidak sehat. Konsumsi makanan dan minuman instan, misalnya, berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh dan dengan begitu mudah terserang berbagai penyakit. Sehingga tren mengonsumsi air putih dengan potongan buah atau disebut infused water merupakan pilihan yang tepat.

Baca kelanjutannya>>

Memoar 4.02 – Mozaik 1 (Kado Terindah buat Teman2 PPIE UI Bappenas 2010 from Roni Arif Satriawan)

Kangen teman2 seperjuangan di Kelas PPIE Bappenas UI 2010… Jadi ingat kado terindah dari sobat kami Roni saat qt mlangkah bersama ke Podium Balairung UI , Thanx Roni, ingin q baca dan baca lagi.. Mizz u all my best friends ;(

Memoar 4.02 (Mozaik 1)

SONY DSCFebruary 13, 2012 at 4:38pm by Roni

 
 
 
Disinilah aku..
Satu setengah tahun yang lalu
Siapa sangka, di sebuah petak, empat kali enam (kira-kira)..
Ruang 4.02..
Kursiku tak pernah pindah kemana..
  Baca kelanjutannya>>

Selfie tuh apa siy ?

Awalnya saya tidak tahu apa itu selfie, nama orang atau singkatan, sih? Pertama kali saya tahu tentang selfie adalah ketika saya baca artikel dari seorang blogger. Oh… itu toh artinya, pikir saya saat itu. Hari berlalu, begitu pun minggu. Saya tiba-tiba membaca sebuah judul dari suatu berita. Judulnya ada kata-kata selfie nya. Saya sempat berpikir, apa ya…. artinya, saya kok lupa lagi. Padahal saya sudah pernah membaca arti dari kata selfie itu. Mungkin karena memang faktor ‘U’ atau memang saya yang pelupa, membuat saya jadi ‘kepo’ abis, ingin tahu lagi apa sih, artinya. Setelah saya cari tahu, saya pun bisa tersenyum. Oh.. iya ya, artinya itu toh 😀
Apakah teman-teman sudah ada yang tahu apa selfie itu, atau seperti saya, pernah tahu tapi lupa? hehehe…
selfie’, atau self portrait yaitu istilah yang dipakai untuk menyebutkan foto diri yang diambil sendiri dan tidak/bukan dengan bantuan orang lain. Kedua kata ini memang sedang popular digunakan oleh remaja maupun orang dewasa.
Kata “selfie” sendiri  telah mendapat penobatan dari Oxford Dictionaries (Kamus Oxford) sebagai Word of The Year.
Seperti dikutip dari laman BBC, Rabu, 20 November 2013, Kamus Oxford mendefinisikan kata selfie sebagai aktivitas seseorang yang memotret dirinya sendiri, umumnya menggunakan ponsel atau webcam, kemudian mengunggahnya ke situs media sosial.
Adapun menurut sejarah, mengabadikan diri sendiri dengan perangkat elektronik atau dalam bahasa Inggris dinamakan self-portrait atau disingkat selfie dilakukan pertama kalo oleh seseorang bernama Robert Cornelius pada tahun 1839.
Ketika era kamera polaroid sedang menjadi salah satu tren di tahun 70an, seorang bernama Andy Warhol juga pernah melakukan selfie dan hal tersebut tercatat sebagai selfie kedua dalam sejarah.

sumber : susanti dewi blog

Tilawah ~ Keep Spirit to One Day One Juz

Kalau kamu lelah, cobalah tilawah
Kalau kamu resah, segeralah tilawah
Kalau kamu gelisah, hilangkan dengan tilawahtilawah-1
Kalau kamu susah, mulailah tilawah
Kalau kamu gundah, jangan lupa tilawah

Kalau badanmu lemah, kuatkan dengan tilawah
Kalau imanmu tergugah, lakukan tilawah
Kalau jiwamu gerah, perbanyak tilawah
Kalau matamu basah, segera tilawah
Kalau pikiranmu cerah, cepatlah tilawah
Kalau hatimu patah, teruslah tilawah

Kalau kamu marah, redakan dengan tilawah
Kalau kamu merasa gagah, jangan lupakan tilawah
Kalau kamu kalah, harus banyak tilawah
kalau kamu tidak mau kalah, harus makin banyak tilawah

Kalau kamu tabah, seringlah tilawah
Kalau tanganmu tengadah, mulailah tilawah
Kalau kakimu melangkah, lantunkan tilawah
Kalau tubuhmu gagah, seringlah tilawah
Kalau perasaanmu begitu indah, segeralah tilawah
Kalau ingin keluarga sakinah, ajak mereka tilawah
Kalau ingin anak-anak soleh dan soleha, ajari tilawah
Kalau ingin rejeki melimpah, rajinlah tilawah

Kalau ingin hidup penuh berkah, rutinkan tilawah
Kalau ingin mengunjungi Ka’bah, lantunkan tilawah
Kalau anganmu tengah membuncah, perbanyak tilawah

Kalau kamu malas tilawah, paksakan untuk tilawah
Kalau kamu rajin tilawah, lanjutkan terus tilawah
Kalau kamu tilawah, itulah Jalan Menuju Jannah….

Lensa Aktivitas